Muslim Traveler

Pengantar Penulis

Bismillah, Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Shalawat dan salam tercurah kepada suri tauladan,  kekasihku Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang setia dalam jejak kenabiannya hingga akhir zaman wa Ba’du.

Syahdan, Alhamdulillah berikut buku ini terlahir,

Alhamdulillah Sekian waktu sudah berlalu dan ide menulis buku ini terlahir sejak lama, karena proses kehidupan yang terus berjalan menyita waktu, tenaga dan fikiran, maka penulisan buku ini terhempas oleh debu zaman yang hadir menutupi bayangan idealis penulis, Alhamdulillah Allah memberikan penulis taufiq dan kesempatan untuk memulainya kembali.

Alhamdulillah, hadirnya buku ini adalah ketika umat muslim di tuntut untuk keluar dari rumah nya untuk berbagai macam aktivitas, khususnya Traveling, dan itu sudah ma’ruf terjadi sejak Zaman kenabian dahulu ketika periode perdagangan dan penyebaran islam ke seluruh pelosok penjuru dunia.

Dalam buku ini penulis bermain aman dengan menukil perkataan ulama-ulama yang Insya Allah berada diatas Manhaj yang lurus, Manhaj Rabbani yang memuat dalil baik dari Al Hadits maupun dari Al Qur’an atas pemahaman Assalaful Ummah, dimana tidak ada yang bersumber dari penulis pribadi, Insya Allah buku ini akan diperiksa oleh Ahlinya. Penulis juga mengambil data dari sumber-sumber yang di percaya dalam asuhan assatidz yang mumpuni dalam bidangnya seperti dari Al-Manhaj.or.id, Rumaysho.com, Muslim.or.id dan lain-lain, Walhamdulillah.

Buku ini memberikan gambaran seorang muslim ketika dia mulai keluar rumah untuk beraktivitas, berpergian dan mengemas-nya dalam bingkai syariat, sehingga penting buat kalian para penggila ‘Jalan-jalan’, Jurnalis, Pekerja Lingkungan Hidup, Hikers , Mountain freak, Bikers, Pekerja luar kantor, Pekerja Lapangan, Pekerja Lepas, Polisi Hutan, Tentara penjaga perbatasan (ar ribath) dan pekerja-pekerja semacam nya diluar sana. Walhamdulillah.

Guna buku ini adalah agar anda tetap berada dalam bingkai syariat yang meliputi kita sebagai muslim dalam berbagai aktivitas kita setiap hari, buku ini adalah interaksi antara diin dan energi kehidupan. Lebih dari itu buku ini diharapkan menemani perjalanan Ruhani dan Badani anda dimanapun berada, dalam hidup dan usia, atas peluh, terik matahari, angin yang menerpa, debur ombak yang menyapa pantai, kicauan burung diatas dahan dalam hutan di ketinggian gunung dan lembah yang bersimpuh atas embun dan semilir dingin nya angin dalam gelap nya gua dan indahnya lembayung senja. Walhamdulillah

Dalam buku ini penulis menggunakan konsep tulisan yang agak mirip dengan La Tahzan, buku a la Chiken Soup, dimana dibuku ini tidak ada Footnote agar memudahkan pembaca konsentrasi dalam paragraf yang sedang di baca, dan penulisan sumber akan kami sertakan langsung dalam paragaraf tersebut. Dimana diharapkan pembaca menjadi paham dan menerapkannya. Walhamdulillah.

Semoga salah dan khilaf penulis dalam minimnya ilmu fiqih bisa dimaafkan dan tidak menjadi perdebatan, karena diperlukan luasnya pemahaman dalam memahami ilmu Fiqih itu sendiri, khususnya dalam Bab Perjalanan ini.

Bukankah dalam kesalahan ada Bab perbaikan dimana tangan yang salah hadir dari pemikiran yang kalut semrawut ?

Aku hindari perdebatan dengan lambaian bendera putih dan berharap uluran tangan dalam ide dan gagasan.

Akhirul kalam semoga bermanfaat dan menjadi amal sholeh bagi penulis dalam mengarungi perjalanan abadi yang pasti, nanti.

Terima kasih penulis haturkan kepada tambatan hati, Istri tercinta Deasy dan juga anak penulis Muhammad Firas Ghazi Ardiansyah yang hadir sabar menemani, dan juga tidak lupa berkat do’a dari orang tua ibunda Tien Subartini dan Ayahanda Damiri yang selalu mendukung kami dalam segala hal kebaikan yang kami lakukan.

Dan do’a kami haturkan untuk ibu Nilasari dan ayah mertua kami Ardiansyah yang telah mendahului menghadap sang Pemilik Jagat ini, semoga menjadi amal sholeh pula untuk mereka. Robbighfirli Waliwalidayya warhamhuma kama Robbayani Shogiro, Aamiin Allahumma Aamiin, Alhamdulillahi Robbil ‘alamin.

Barokallahufiikum,

Keluarlah dari rumah mu dengan menjaga mata dan pendengaran mu, tetaplah dalam Manhaj Kebaikan, dan lindungilah dirimu dari Zaman dengan selimut islam,

Nikmati angin yang menerpa pada wajah dengan memejamkan mata dan senyuman, seraya mengucap Alhamdulillah, Hamdan Katsiron Thoyyiban Mubarakan Fiihi.

Jakarta-Utan Kayu,Matraman 8 Agustus 2016,

Timy Ardiansyah bin Damiri bin Mustofa


**** Niatkan Ibadah  ****

 Guys, ketika hari keberangkatan telah tiba, sebelum melakukan persiapan dianjurkan untuk berwudhu dahulu apabila sudah batal dari jarak sholat sebelumnya, menjaga wudhu memiliki banyak faedah dalam islam, namun tidak kami bahas disini karena akan panjang dan melebar, “Skip ke niat !” dalam setiap langkahmu mewujudkan keinginan hati, mulailah dengan meng-azzamkan niat untuk meng-IbadahiNya selalu, agar langkahmu tak sia-sia.

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari & Muslim)
Sumber: https://muslim.or.id/22495-mengenal-fungsi-niat.html

So, walaupun kamu keluar untuk Traveling dan have fun, weekend ria bersama teman-teman atau keluarga, maka jika diniatkan untuk muhasabah diri, membuat senang dan hati tenang agar ketika beribadah kepada Nya lebih khusyu’, maka Insya Allah akan mendapat Pahala.

Bahkan jika keluarmu dari rumah tidak untuk Traveling pun jangan sia-siakan untuk mendahulukan niatmu, sehingga perginya kamu tidak hanya untuk tujuan keduniaan semata-mata.

Abdullah bin Mubarak Rahimahullah,Boleh jadi amalan yang sepele, menjadi besar pahalanya disebabkan karena niat. Dan boleh jadi amalan yang besar, menjadi kecil pahalanya karena niat. ”
Sumber: https://muslim.or.id/22495-mengenal-fungsi-niat.html

Apalagi ketika kita pergi dalam urusan silaturahmi untuk menyambung tali kerabat dan handai tolan, maka pahalanya akan berlipat-lipat dengan keutamaan yang banyak, ditambah saling memberi hadiah, dan berjabatan tangan (dengan mahrom) sehingga menjadi penggugur dosa, ketika dalam perjalanan membantu orang lain yang dalam kesusahan, bersedekah, bersabar dll Masya Allah, “Beuhh…benar ga tertarik kah ?”

Dear Friends, memang memulai niat itu tidak mudah namun akan lebih meringankan apabila sering di jalankan dan diingat dalam setiap keadaan, saya tidak berkata bahwa diri ini selalu meniatkan kebaikan, “No..”, penulis juga sering lupa karena sudah menjadi habit atau kebiasaan dalam setiap melakukan sesuatu tanpa di komandoi dengan niat, dengan ini maka penulis menyatakeun dengan sesingkat-singkatnya mengajak agar sama-sama belajar menguatkan niat, “yuuk ah cap cus, kita packing !”

“All things are ready, if our mind be so.”  -William Shakespeare, Henry V-

 

**** Jangan Lupa Berdo’a  ****

Setelah semuanya well prepared, dari tujuan awal Trip mu, keuangan, alat-alat , tiket PP, kontak person di tujuan, baju ganti dan teman-temannya, penginapan, obat obatan dan P3K / survival kit , baterai, charger, ear phone, kaca mata, dry bag, senter, alat-alat mandi dan kebersihan, plastik, alat dokumentasi, cemilan senang dsb, well, hendaknya anda memiliki list hal-hal tersebut, tambah jika masih diperlukan.

Packing saat traveling ataupun tugas luar itu perlu direncanakan dengan baik, sehingga tidak ada barang yang lupa kita bawa atau tercecer pada waktu packing. Namun terkadang karena bingung atau terburu-buru saat packing, kita malah melupakan satu dua barang yang penting. Jangan meremehkan, barang sepele pun bisa menjelma menjadi barang yang penting dan sangat kita perlukan selama di perjalanan.

Jangan Sampai ada kata “aduhh lupa bawaa !”

“It’s best to have your tools with you. If you don’t, you’re apt to find something you didn’t expect and get discouraged.” Stephen KingOn Writing: A Memoir of the Craft

 Skip for that, “pokoke Well Prepared Broh !”

Yang lebih penting dari itu semua ada lagi, yaitu kata yang simple namun sering terlewatkan, do’a mau pergi ketika keluar rumah “Bismillah”

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (Dzikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”

HR Abu Dawud (no. 5095), at-Tirmidzi (no. 3426) dan Ibnu Hibban (no. 822), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan syaikh al-Albani.
Sumber: https://muslim.or.id/5761-keutamaan-dzikir-ketika-keluar-rumah.html

Bagaimana kita bisa melewatkan berbagai macam keutamaan diatas jika lupa membaca nya ?

Dear friends, kita mengira bahwa kebahagiaan dapat kita raih dengan berpergian dan bercanda tawa dengan teman-teman serta keluarga, padahal ada sebuah esensi yang mesti diserap jiwa tatkala itu, penghambaan diri, penghambaan kepada sang ilahi, Penguasa jagat raya ini yang semestinya kita dahulukan dalam setiap keadaan, dan do’a adalah sebaik-baiknya penghambaan diri, kita meminta penjagaan, perlindungan dari mara bahaya dan kemudahan dalam perjalanan hingga kembali ke rumah dengan selamat membawa hati dan hari yang lebih fresh untuk melakukan aktivitas lainnya dikemudian hari Insya Allah. Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) QS. An-Nahl : 53

Dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, penjagaan, pertolongan, cinta, kebaikkan. Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

Maka, jangan lupakan dalam setiap tindakan kita dengan mengucap, Bismillah.

“Sengaja saya selipkan pembahasan ini disini”, biar runut saja,

Pada permulaan yang baik setelah ber-do’a adalah memulai dengan yang kanan,  ketika memakai sepatu sneakers kerenmu, ketika melangkahkan kaki keluar rumah, ketika memakai sweater warna pastelmu, “oh iya” jangan lupa, diusahakan breakfast terlebih dahulu agar tidak masuk angin dan minum air hangat.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268).

Sumber: https://rumaysho.com/3636-mendahulukan-yang-kanan.html

            “Kalo sudah ganteng dan cantik, yuk kita naik kendaraan, monggo…”

 

**** Naik Kendaraan ****

 After that, naik kendaraan dengan gembira, says Alhamdulillah, naiklah dengan kaki kanan seraya mengucap bismillah, setelah duduk tenang dan tidak mengambil bangku orang tentunya, mari kita ber-do’a ketika sudah diatas kendaraan,

“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,

Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun (surat Az zukhruf 13-14). Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

“Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.” (HR. Muslim 1342,dari sahabat Abdullah bin Umar)

Sumber: https://rumaysho.com/1675-doa-saat-safar-doa-yang-mustajab.html

 Di dalam kendaraan kita bisa sambil mengecek hal yang lain (list yang sudah kamu buat sebelumnya) seperti tiket, kontak person, penginapan, airport trap, staff travel, peralatan kerja, jemputan dll, diskusikan juga dengan teman perjalanan agar bisa saling mengingatkan. Persiapkan alat dokumentasi, kamu ngga akan tahu moment yang bagus itu dimana dan kapan. Apabila melihat pemandangan yang indah dan menyedapkan mata maka ucapakanlah “Masya Allah, laa haula wala quwwata illa billah”, berusaha untuk tidak ter ‘sihir’ keindahan alam yang membuat lidah kelu dan menyebabkan asa menerawang dalam imajinasi keindahan, dianjurkan untuk tetap sambil berdzikir lepas, “Subhanallah, Walhamdulillah, Laa ilaa ha illallah, Allahu Akbar !”

Ketika jalan menanjak di Sunnah kan untuk mengucap “Allahu Akbar” dan ketika jalan menurun “Subhanallah”. Perhatikan mata kita untuk bisa berpaling ketika melihat yang tidak boleh dilihat, seperti pintu rumah dipinggir jalan yang terbuka  karena  secara disengaja atau tidak kita bisa melihat aurat orang lain diperjalanan,  karena kamu tahu sendiri negeri kita masih banyak wanita dan laki-laki berkeliaran namun tidak menjaga auratnya padahal secara dzhohir mereka muslim, maka berpalinglah, tidak ada satu detik-pun jika kamu aware.

Dan jangan lupa juga kita memperkirakan waktu perjalanan, sangat penting karena dari situ kita bisa menghitung kapan waktu sholat tiba, karena menjaga sholat itu lebih penting dari semua kegiatanmu, dalam safar ini kamu sebagai musafir bisa menggabungkan waktu Sholat di awal maupun akhir serta di qoshor untuk sholat yang 4 Rakaat, menjadi musafir itu tentukan saja perjalananmu itu jauh tidaknya sesuai urf atau adat yang berlaku atasmu insya Allah kita bahas nanti pada tempatnya, “ sabar ya”.

Setelah sampai di tujuan entah itu kantor cabang di lain daerah, airport, stasiun, tempat jemputan travel, basecamp, tempat wisata, hotel, kebun teh, rumah keluarga di desa, pantai, gunung, hutan, jangan lupa pula turun menggunakan kaki kiri dan seraya mengucap “Alhamdulillah”, perhatikan barang-barang agar tidak tertinggal di kendaraan, berjalanlah dengan perasaan senang dan tenang, tebar senyuman. Smile !

Walhamdulillah !

**** Serba Serbi Perjalanan ****

Dalam perjalanan hendaknya kita tetap menjaga dzikir, terutama jika kalian berangkat pada waktu pagi maka baca lah dzikir pagi dan petang, ada buku saku Recommended buat kamu loh ! karya Al Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas Hafizohullah terbitan pustaka imam syafi’i, bisa di beli di toko-toko buku islam di kotamu, jika belum ada saya bisa kasih kamu Gratis Insya AllahFree Ongkir ketika kamu membaca buku ini bukan dengar dari teman (sesuai kesanggupan penulis tentunya) dengan cara mengirimkan E-mail ke alamat : timyabughazi@gmail.com dengan Format Nama Lengkap, Alamat Lengkap, Nomer Kontak, Ket. Request Buku Dzikir pagi-petang.

Bersambung Insya Allah….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s