Blog

Jajanan Nagih!

Bismillah,

ini nih jajanan yang bikin nagih, ga tanggung jawab ya kalo nanti jadi beli terus..

mana beli nya gampang tinggal ambil HP pesen deh buat di kantor sekitaran Jekardah! ngemil segerrrr saat lunch time!

yup.. this is Rujak Serut dan Asinan Firas Ghazi Kitchen,

harganya pas di kantong!

Asinan Rp.15.000,- Rujak Serut nya Rp. 18.000,-

coba aja kalo gak percaye…semriwiiingg…

bisa kirim Via Go-Send untuk sekitaran jakarta (ongkir ditanggung sendiri)

ada di Go-Food juga Insya Allah…….

Workshop : Jl. Kelapa sawit 2 Rt.10 Rw.10 No.3A Utan Kayu Selatan Matraman Jakarta Timur.

WA / SMS only : 0812-8772-8680

Transfer Via Rekening BCA a/n Deasy  428-162-3545 tinggal screen shot Bukti transfer atau foto kirim ke nomer WA diatas.

Coba Deh, Cepetan Start’s @ 11.00 am – 15.00 pm only Senin-Jum’at.

Muslim Adventure Group

Bismillah,

Guyss.. kabar gembira loh! jika kalian ingin wadah Ukhuwah Islamiyyah dengan format adventure silahkan join abang abang MAG ini, semoga bermanfaat…

Muslim Adventure Group (MAG) adalah group yang merupakan wadah silaturahim bagi muslim ahlussunnah, khususnya bagi mereka yang mencintai sepeda dan petualangan lainnya. Jika anda muslim yang berjiwa muda dan menyukai tantangan serta aktif berpetualang, maka MAG adalah tempat yang tepat bagi anda untuk berbagi di sini. Berbagi cerita dan pengalaman, sharing informasi, diskusi, tanya-jawab dan lain sebagainya. Kami tunggu partisipasi dan kehadiran anda dalam setiap aktifitas dan event MAG baik itu online maupun offline… Wassalam,

Admin Blog: http://www.muslimadventuregroup.blogspot.com

Email: muslimadventuregroup@gmail.com Group FB: Muslim Adventure Group

Instagram: muslimadventuregroup

Twitter: @MAGindonesia

Shalat, On The way To…

Bismillah,

Permasalahan sholat sering menjadi kendala seorang muslim/ah dalam setiap traveling, yang perlu diperhatikan bahwasanya “SHOLAT ITU WAJIB DILAKSANAKAN Gaeessss!”…

sebelum pergi ntu hendaknya kite bisa mengukur waktu perjalanan sehingga bisa ‘prediksi’ waktu kedatangan, jadi kite bisa tentukan bisa men-jamak sholat di awal atau di akhir waktu.

tulisan di bawah ini jika dalam keadaan yang bener-bener nggak bisa mendapatkan waktu lagi dalam perjalanan dan nggak bisa berhenti di suatu tempat, misal di bis umum yang ngacir nda’ mau berhenti, kereta ‘fire’ api, pesawat.. untuk moda transportasi lain Insya Allah masih bisa (kondisional gaesss).

semoga bermanfaat.. barokallahufiikum, hati hati dijalan, jangan nyopet hehehe…

TATA CARA MELAKSANAKAN SHALAT DI DALAM PESAWAT

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bagaimana seorang muslim melaksanakan shalat di dalam pesawat. Apakah lebih baik baginya shalat di pesawat di awal waktu ? Atau menunggu sampai tiba di airport, jika akan tiba pada akhir waktu shalat ?

Jawaban.
Yang wajib bagi seorang Muslim ketika sedang berada di pesawat, jika tiba waktu shalat, hendaknya ia melaksanakannhya sesuai kemampuannya. Jika ia mampu melaksanakannya dengan berdiri, ruku’ dan sujud, maka hendaknya ia melakukan demikian. Tapi jika ia tidak mampu melakukan seperti itu, maka hendaknya ia melakukan sambil duduk, mengisayaratkan ruku dan sujud (dengan membungkukkan badan). Jika ia menemukan tempat yang memungkinkan untuk shalat di pesawat dengan berdiri dan sujud di lantainya. maka ia wajib melakukannya dengan berdiri, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” [At-Taghabun : 16]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Imran bin Al-Hushain Radhiyallahu ‘anhu di kala ia sedang sakit.

صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Artinya : Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup maka dengan duduk, jika kamu tidak sanggup, maka dengan berbaring sambil miring” [HR Al-Bukhari dalam kitab shahihnya, kitab Taqshirus Sahalah 1117]

Dan diriwayatkan pula oleh An-Nasa’i dengan sanad yang shahih, dengan tambahan.

فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَمُستَلْقِيًا

“Artinya : Jika kamu tidak sanggup, maka dengan berbaring terlentang”

Yang lebih utama baginya adalah shalat di awal waktu, tapi jika ia menundanya sampai akhir waktu dan baru melaksanakannya setelah landing, maka itupun boleh. Berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada. Demikian juga hukumnya di mobil, kereta dan kapal laut. Wallahu Waliyut Taufiq

[Fatawa MuhimahTata’allaqu Bish Shalah, hal 40-41, Syaikh Ibnu Baz]

SHALAT DI DALAM PESAWAT

Oleh
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Jika saya sedang bepergian dengan mengenadarai pesawat, lalu tiba waktu shalat, bolehkan saya shalat di dalam pesawat atau tidak ?

Jawaban.
Alhamduillah. Jika waktu shalat sementara pesawat sedang terbang pada rutenya dan dikhawatirkan habisnya waktu shalat tersebut sebelum landing di salah satu airport, maka para ahlul ilmi telah sepakat akan wajibnya pelaksanaan shalat sesuai kemampuan dalam ruku’, sujud dan menghadap kiblat, berdasarkan firman Allah Ta’ala.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Artinya : Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” [At-Taghabun : 16]

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَاا سْتَطَعْتُمْ

“Artinya : Jika aku perintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah apa yang kalian sanggupi” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Hajj 1337]

Adapun jika ia mengetahui bahwa ia akan tiba sebelum habisnya waktu shalat sekitar beberapa saat yang cukup untuk melaksanakannya, atau shalatnya termasuk yang bisa dijama’ dengan shalat lainnya, seperti shalat Zhuhur dengan Ashar atau Maghrib dengan Isya, atau ia tahu bahwa pesawat akan landing sebelum habisnya waktu shalat yang kedua, yaitu sekitar beberapa saat yang cukup untuk melaksanakan keduanya, maka para ahlul ilmi membolehkan pelaksanaannya di dalam pesawat karena wajibnya perintah pelaksanaan ketika masuknya waktu shalat.

Sebagian Ahlul ilmi dari golongan Maliki berpendapat tidak sah melaksanakannya di dalam pesawat, karena syarat sahnya shalat adalah diatas tanah atau di atas sesuatu yang berhubungan langsung dengan tanah, seperti kendaraan atau kapal, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

جُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًا وَ طَهُوْرًا

“Artinya : Tanah ini telah dijadikan tempat sujud bagiku dan dijadikan alat bersuci” [Al-Bukhari, kitab Tayamum 335, Muslim kitab Al-Masajid 521]

[Fatawa Islamiyah, Al-Lajnah Ad-Da’imah 1/227]

SHALAT DALAM KENDARAAN

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Kapan wajib shalat di pesawat ? Bagaimana tata cara shalat fardhu padanya ? Dan bagaimana pula cara shalat sunnah padanya ?

Jawaban.
Shalat di pesawat wajib dilakukan bila telah masuk waktunya. Tetapi jika kesulitan melakukan shalat di pesawat sebagaimana shalat di bumi, maka tidak usah melakukan shalat fardhu kecuali jika pesawat telah mendarat, dan waktu shalat masih mencukupi. Atau jika waktu shalat berikutnya masih bisa ditemui untuk melakukan jamak.

Misalnya, jika anda tinggal landas dari Jeddah sebelum matahari terbenam, lalu saat diudara matahari telah terbenam maka anda tidak usah shalat maghrib sampai pesawat mendarat di bandara, dan anda turun padanya. Jika anda khawatir waktunya habis maka niatkanlah untuk melakukan jamak ta’khir lalu melakukan jamak setelah turun. Jika anda khawatir waktu isya’ akan habis sebelum mendarat, sedang waktu isya’ yakni sampai pertengahan malam maka hendaklah ia shalat maghrib dan isya’ di pesawat sebelum waktunya habis.

Tata cara shalat di pesawat yaitu hendaknya orang itu berdiri menghadap kiblat lalu bertakbir, membaca fatihah dan sebelumnya membaca do’a iftitah, sedang sesudahnya membaca surat Al-Qur’an, lalu ruku’, lalu bangkit dari ruku’, lalu bersujud. Bila tidak bisa bersujud cukup dengan duduk seraya menundukkan kepala sebagai pengganti sujud. Begitulah yang harus ia perbuat sampai akhir dan kesemuanya menghadap kiblat.

Untuk shalat sunnah dalam pesawat maka ia shalat dengan duduk di atas kursinya dan menganggukkan kepala dalam ruku’ dan sujud dengan angggukan sujudnya lebih rendah. Allah-lah yang memberi petunjuk.

Ditulis 22/4/1409H

[Disalin dari Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashiriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjmeah Musthofa Aini Lc Terbitan Darul Haq]

Sumber: https://almanhaj.or.id/129-tata-cara-melaksanakan-shalat-di-dalam-kendaraan-dan-pesawat.htmljalanan-macet-640x360sumber pict : google.com

Muslim Traveler

Pengantar Penulis

Bismillah, Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Shalawat dan salam tercurah kepada suri tauladan,  kekasihku Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang setia dalam jejak kenabiannya hingga akhir zaman wa Ba’du.

Syahdan, Alhamdulillah berikut buku ini terlahir,

Alhamdulillah Sekian waktu sudah berlalu dan ide menulis buku ini terlahir sejak lama, karena proses kehidupan yang terus berjalan menyita waktu, tenaga dan fikiran, maka penulisan buku ini terhempas oleh debu zaman yang hadir menutupi bayangan idealis penulis, Alhamdulillah Allah memberikan penulis taufiq dan kesempatan untuk memulainya kembali.

Alhamdulillah, hadirnya buku ini adalah ketika umat muslim di tuntut untuk keluar dari rumah nya untuk berbagai macam aktivitas, khususnya Traveling, dan itu sudah ma’ruf terjadi sejak Zaman kenabian dahulu ketika periode perdagangan dan penyebaran islam ke seluruh pelosok penjuru dunia.

Dalam buku ini penulis bermain aman dengan menukil perkataan ulama-ulama yang Insya Allah berada diatas Manhaj yang lurus, Manhaj Rabbani yang memuat dalil baik dari Al Hadits maupun dari Al Qur’an atas pemahaman Assalaful Ummah, dimana tidak ada yang bersumber dari penulis pribadi, Insya Allah buku ini akan diperiksa oleh Ahlinya. Penulis juga mengambil data dari sumber-sumber yang di percaya dalam asuhan assatidz yang mumpuni dalam bidangnya seperti dari Al-Manhaj.or.id, Rumaysho.com, Muslim.or.id dan lain-lain, Walhamdulillah.

Buku ini memberikan gambaran seorang muslim ketika dia mulai keluar rumah untuk beraktivitas, berpergian dan mengemas-nya dalam bingkai syariat, sehingga penting buat kalian para penggila ‘Jalan-jalan’, Jurnalis, Pekerja Lingkungan Hidup, Hikers , Mountain freak, Bikers, Pekerja luar kantor, Pekerja Lapangan, Pekerja Lepas, Polisi Hutan, Tentara penjaga perbatasan (ar ribath) dan pekerja-pekerja semacam nya diluar sana. Walhamdulillah.

Guna buku ini adalah agar anda tetap berada dalam bingkai syariat yang meliputi kita sebagai muslim dalam berbagai aktivitas kita setiap hari, buku ini adalah interaksi antara diin dan energi kehidupan. Lebih dari itu buku ini diharapkan menemani perjalanan Ruhani dan Badani anda dimanapun berada, dalam hidup dan usia, atas peluh, terik matahari, angin yang menerpa, debur ombak yang menyapa pantai, kicauan burung diatas dahan dalam hutan di ketinggian gunung dan lembah yang bersimpuh atas embun dan semilir dingin nya angin dalam gelap nya gua dan indahnya lembayung senja. Walhamdulillah

Dalam buku ini penulis menggunakan konsep tulisan yang agak mirip dengan La Tahzan, buku a la Chiken Soup, dimana dibuku ini tidak ada Footnote agar memudahkan pembaca konsentrasi dalam paragraf yang sedang di baca, dan penulisan sumber akan kami sertakan langsung dalam paragaraf tersebut. Dimana diharapkan pembaca menjadi paham dan menerapkannya. Walhamdulillah.

Semoga salah dan khilaf penulis dalam minimnya ilmu fiqih bisa dimaafkan dan tidak menjadi perdebatan, karena diperlukan luasnya pemahaman dalam memahami ilmu Fiqih itu sendiri, khususnya dalam Bab Perjalanan ini.

Bukankah dalam kesalahan ada Bab perbaikan dimana tangan yang salah hadir dari pemikiran yang kalut semrawut ?

Aku hindari perdebatan dengan lambaian bendera putih dan berharap uluran tangan dalam ide dan gagasan.

Akhirul kalam semoga bermanfaat dan menjadi amal sholeh bagi penulis dalam mengarungi perjalanan abadi yang pasti, nanti.

Terima kasih penulis haturkan kepada tambatan hati, Istri tercinta Deasy dan juga anak penulis Muhammad Firas Ghazi Ardiansyah yang hadir sabar menemani, dan juga tidak lupa berkat do’a dari orang tua ibunda Tien Subartini dan Ayahanda Damiri yang selalu mendukung kami dalam segala hal kebaikan yang kami lakukan.

Dan do’a kami haturkan untuk ibu Nilasari dan ayah mertua kami Ardiansyah yang telah mendahului menghadap sang Pemilik Jagat ini, semoga menjadi amal sholeh pula untuk mereka. Robbighfirli Waliwalidayya warhamhuma kama Robbayani Shogiro, Aamiin Allahumma Aamiin, Alhamdulillahi Robbil ‘alamin.

Barokallahufiikum,

Keluarlah dari rumah mu dengan menjaga mata dan pendengaran mu, tetaplah dalam Manhaj Kebaikan, dan lindungilah dirimu dari Zaman dengan selimut islam,

Nikmati angin yang menerpa pada wajah dengan memejamkan mata dan senyuman, seraya mengucap Alhamdulillah, Hamdan Katsiron Thoyyiban Mubarakan Fiihi.

Jakarta-Utan Kayu,Matraman 8 Agustus 2016,

Timy Ardiansyah bin Damiri bin Mustofa


**** Niatkan Ibadah  ****

 Guys, ketika hari keberangkatan telah tiba, sebelum melakukan persiapan dianjurkan untuk berwudhu dahulu apabila sudah batal dari jarak sholat sebelumnya, menjaga wudhu memiliki banyak faedah dalam islam, namun tidak kami bahas disini karena akan panjang dan melebar, “Skip ke niat !” dalam setiap langkahmu mewujudkan keinginan hati, mulailah dengan meng-azzamkan niat untuk meng-IbadahiNya selalu, agar langkahmu tak sia-sia.

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari & Muslim)
Sumber: https://muslim.or.id/22495-mengenal-fungsi-niat.html

So, walaupun kamu keluar untuk Traveling dan have fun, weekend ria bersama teman-teman atau keluarga, maka jika diniatkan untuk muhasabah diri, membuat senang dan hati tenang agar ketika beribadah kepada Nya lebih khusyu’, maka Insya Allah akan mendapat Pahala.

Bahkan jika keluarmu dari rumah tidak untuk Traveling pun jangan sia-siakan untuk mendahulukan niatmu, sehingga perginya kamu tidak hanya untuk tujuan keduniaan semata-mata.

Abdullah bin Mubarak Rahimahullah,Boleh jadi amalan yang sepele, menjadi besar pahalanya disebabkan karena niat. Dan boleh jadi amalan yang besar, menjadi kecil pahalanya karena niat. ”
Sumber: https://muslim.or.id/22495-mengenal-fungsi-niat.html

Apalagi ketika kita pergi dalam urusan silaturahmi untuk menyambung tali kerabat dan handai tolan, maka pahalanya akan berlipat-lipat dengan keutamaan yang banyak, ditambah saling memberi hadiah, dan berjabatan tangan (dengan mahrom) sehingga menjadi penggugur dosa, ketika dalam perjalanan membantu orang lain yang dalam kesusahan, bersedekah, bersabar dll Masya Allah, “Beuhh…benar ga tertarik kah ?”

Dear Friends, memang memulai niat itu tidak mudah namun akan lebih meringankan apabila sering di jalankan dan diingat dalam setiap keadaan, saya tidak berkata bahwa diri ini selalu meniatkan kebaikan, “No..”, penulis juga sering lupa karena sudah menjadi habit atau kebiasaan dalam setiap melakukan sesuatu tanpa di komandoi dengan niat, dengan ini maka penulis menyatakeun dengan sesingkat-singkatnya mengajak agar sama-sama belajar menguatkan niat, “yuuk ah cap cus, kita packing !”

“All things are ready, if our mind be so.”  -William Shakespeare, Henry V-

 

**** Jangan Lupa Berdo’a  ****

Setelah semuanya well prepared, dari tujuan awal Trip mu, keuangan, alat-alat , tiket PP, kontak person di tujuan, baju ganti dan teman-temannya, penginapan, obat obatan dan P3K / survival kit , baterai, charger, ear phone, kaca mata, dry bag, senter, alat-alat mandi dan kebersihan, plastik, alat dokumentasi, cemilan senang dsb, well, hendaknya anda memiliki list hal-hal tersebut, tambah jika masih diperlukan.

Packing saat traveling ataupun tugas luar itu perlu direncanakan dengan baik, sehingga tidak ada barang yang lupa kita bawa atau tercecer pada waktu packing. Namun terkadang karena bingung atau terburu-buru saat packing, kita malah melupakan satu dua barang yang penting. Jangan meremehkan, barang sepele pun bisa menjelma menjadi barang yang penting dan sangat kita perlukan selama di perjalanan.

Jangan Sampai ada kata “aduhh lupa bawaa !”

“It’s best to have your tools with you. If you don’t, you’re apt to find something you didn’t expect and get discouraged.” Stephen KingOn Writing: A Memoir of the Craft

 Skip for that, “pokoke Well Prepared Broh !”

Yang lebih penting dari itu semua ada lagi, yaitu kata yang simple namun sering terlewatkan, do’a mau pergi ketika keluar rumah “Bismillah”

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (Dzikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”

HR Abu Dawud (no. 5095), at-Tirmidzi (no. 3426) dan Ibnu Hibban (no. 822), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan syaikh al-Albani.
Sumber: https://muslim.or.id/5761-keutamaan-dzikir-ketika-keluar-rumah.html

Bagaimana kita bisa melewatkan berbagai macam keutamaan diatas jika lupa membaca nya ?

Dear friends, kita mengira bahwa kebahagiaan dapat kita raih dengan berpergian dan bercanda tawa dengan teman-teman serta keluarga, padahal ada sebuah esensi yang mesti diserap jiwa tatkala itu, penghambaan diri, penghambaan kepada sang ilahi, Penguasa jagat raya ini yang semestinya kita dahulukan dalam setiap keadaan, dan do’a adalah sebaik-baiknya penghambaan diri, kita meminta penjagaan, perlindungan dari mara bahaya dan kemudahan dalam perjalanan hingga kembali ke rumah dengan selamat membawa hati dan hari yang lebih fresh untuk melakukan aktivitas lainnya dikemudian hari Insya Allah. Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) QS. An-Nahl : 53

Dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, penjagaan, pertolongan, cinta, kebaikkan. Pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

Maka, jangan lupakan dalam setiap tindakan kita dengan mengucap, Bismillah.

“Sengaja saya selipkan pembahasan ini disini”, biar runut saja,

Pada permulaan yang baik setelah ber-do’a adalah memulai dengan yang kanan,  ketika memakai sepatu sneakers kerenmu, ketika melangkahkan kaki keluar rumah, ketika memakai sweater warna pastelmu, “oh iya” jangan lupa, diusahakan breakfast terlebih dahulu agar tidak masuk angin dan minum air hangat.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268).

Sumber: https://rumaysho.com/3636-mendahulukan-yang-kanan.html

            “Kalo sudah ganteng dan cantik, yuk kita naik kendaraan, monggo…”

 

**** Naik Kendaraan ****

 After that, naik kendaraan dengan gembira, says Alhamdulillah, naiklah dengan kaki kanan seraya mengucap bismillah, setelah duduk tenang dan tidak mengambil bangku orang tentunya, mari kita ber-do’a ketika sudah diatas kendaraan,

“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,

Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun (surat Az zukhruf 13-14). Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

“Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.” (HR. Muslim 1342,dari sahabat Abdullah bin Umar)

Sumber: https://rumaysho.com/1675-doa-saat-safar-doa-yang-mustajab.html

 Di dalam kendaraan kita bisa sambil mengecek hal yang lain (list yang sudah kamu buat sebelumnya) seperti tiket, kontak person, penginapan, airport trap, staff travel, peralatan kerja, jemputan dll, diskusikan juga dengan teman perjalanan agar bisa saling mengingatkan. Persiapkan alat dokumentasi, kamu ngga akan tahu moment yang bagus itu dimana dan kapan. Apabila melihat pemandangan yang indah dan menyedapkan mata maka ucapakanlah “Masya Allah, laa haula wala quwwata illa billah”, berusaha untuk tidak ter ‘sihir’ keindahan alam yang membuat lidah kelu dan menyebabkan asa menerawang dalam imajinasi keindahan, dianjurkan untuk tetap sambil berdzikir lepas, “Subhanallah, Walhamdulillah, Laa ilaa ha illallah, Allahu Akbar !”

Ketika jalan menanjak di Sunnah kan untuk mengucap “Allahu Akbar” dan ketika jalan menurun “Subhanallah”. Perhatikan mata kita untuk bisa berpaling ketika melihat yang tidak boleh dilihat, seperti pintu rumah dipinggir jalan yang terbuka  karena  secara disengaja atau tidak kita bisa melihat aurat orang lain diperjalanan,  karena kamu tahu sendiri negeri kita masih banyak wanita dan laki-laki berkeliaran namun tidak menjaga auratnya padahal secara dzhohir mereka muslim, maka berpalinglah, tidak ada satu detik-pun jika kamu aware.

Dan jangan lupa juga kita memperkirakan waktu perjalanan, sangat penting karena dari situ kita bisa menghitung kapan waktu sholat tiba, karena menjaga sholat itu lebih penting dari semua kegiatanmu, dalam safar ini kamu sebagai musafir bisa menggabungkan waktu Sholat di awal maupun akhir serta di qoshor untuk sholat yang 4 Rakaat, menjadi musafir itu tentukan saja perjalananmu itu jauh tidaknya sesuai urf atau adat yang berlaku atasmu insya Allah kita bahas nanti pada tempatnya, “ sabar ya”.

Setelah sampai di tujuan entah itu kantor cabang di lain daerah, airport, stasiun, tempat jemputan travel, basecamp, tempat wisata, hotel, kebun teh, rumah keluarga di desa, pantai, gunung, hutan, jangan lupa pula turun menggunakan kaki kiri dan seraya mengucap “Alhamdulillah”, perhatikan barang-barang agar tidak tertinggal di kendaraan, berjalanlah dengan perasaan senang dan tenang, tebar senyuman. Smile !

Walhamdulillah !

**** Serba Serbi Perjalanan ****

Dalam perjalanan hendaknya kita tetap menjaga dzikir, terutama jika kalian berangkat pada waktu pagi maka baca lah dzikir pagi dan petang, ada buku saku Recommended buat kamu loh ! karya Al Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawwas Hafizohullah terbitan pustaka imam syafi’i, bisa di beli di toko-toko buku islam di kotamu, jika belum ada saya bisa kasih kamu Gratis Insya AllahFree Ongkir ketika kamu membaca buku ini bukan dengar dari teman (sesuai kesanggupan penulis tentunya) dengan cara mengirimkan E-mail ke alamat : timyabughazi@gmail.com dengan Format Nama Lengkap, Alamat Lengkap, Nomer Kontak, Ket. Request Buku Dzikir pagi-petang.

Bersambung Insya Allah….

Persiapan Perjalanan Abadi

Bismillah,

segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, salawat serta salam mudah-mudahan selalu tercurahkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam, keluarganya dan sahabatnya serta orang-orang yang diberi petunjuk dengan petunjuk-Nya.

Perjalanan abadi, setiap insan yang hidup pasti akan menempuhnya,

namun yang banyak terhempas oleh virus kehidupan adalah kosongnya bekal untuk melaluinya, pernahkah kita memikirkan dengan keras bahwasanya kita akan melangkah sendirian tanpa teman dan keluarga ?

perjalanan yang entah berapa lama, entah itu surga atau neraka (wal iyyadzubillah), Allahu a’lam…

mari kumpulkan bekal ! blog ini dibuat untuk bertujuan untuk saling tolong menolong kaum muslimin di daerah manapun di Indonesia yang sedang membutuhkan, sesuai dengan Firman Allah Ta’ala :

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

wabil khusus kita persempit kebutuhan kaum muslimin yang terdapat dalam hadits “amalan yang tetap mengalir manfaatnya”

Dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam shahihul Jami’, no. 3602

kita bisa tukar menukar informasi mengenai 7 amalan diatas baik orang yang mau menyalurkan atau tempat yang memerlukannya…

  1. Daerah yang mayoritas muslim dan butuh adanya da’i yang datang min 1 bulan sekali kita bisa bekerjasama dengan Tholib di LIPIA atau lain yang sedang belajar dan kita biayai sebulan sekali untuk ‘pulang’ mengajar di kampungnya atau kampung yang kita tunjuk (masuk dalam daerahnya)
  2. Mengalirkan sungai, Pembuatan irigasi.
  3. Menggali sumur, daerah muslimin yang kering dan membutuhkan Pompa Air, Pembuatan sumur dll.
  4. Menanam pohon yang bermanfaat seperti mengadakan pembukaan ladang yang bisa mencukupi pangan daerah kaum muslimin yang tandus dan memberikan pelatihan penanaman pra dan pasca, memberikan bibit tanaman konsumsi baik buah dan sayur, atau pohon pada umumnya untuk penghijauan agar tidak longsor, tempat berteduh, habitat ekosistem hutan yang rusak, hutan bakau agar tidak terjadi erosi dan sebagainya.
  5. Membangun mesjid, daerah daerah kaum muslimin yang belum ada masjid, atau sudah ada masjid dan butuh tambahan perluasan area, kita bisa membantu dalam ketersediaan di dalamnya, kipas angin, Ac, sound system (portable), mimbar, rak buku, karpet, Tv dan Parabola (Tv Sunnah) dsb
  6. Mewariskan Mushaf, berbagi mushaf baik Al-Qur’an maupun buku buku agama, Al-Qur’an Braile, kaset kajian (kitab) untuk para tuna netra, Buku Fiqih Sunnah, Tafsir, dll
  7. Anak Sholeh yang mendo’akan, dalam hal ini kita ajak anak kita dalam ‘liburan mencari pahala ini’, atau ikut pesantren weekend yang diasuh Assatidz Sunnah sehingga mereka terdidik menjadi anak yang peduli dengan muslim yang lain, suka bersedekah, dan menjadi pribadi yang sholeh atau sholehah dan menjadi amal baik untuk kedua orangtuanya.

di luar point di atas seluruh hal yang bermanfaat kegunaannya bisa digunakan untuk beramal sholeh insya Allah pahalanya tidak terputus selagi masih digunakan oleh kaum muslimin yang membutuhkan.

Wallahu a’lam bishawab.

Timy Ardiansyah Bin Damiri Bin Mustofa,

Utan Kayu Selatan, Matraman Jakarta Timur, September 2016

Notes : Next post akan kita jelaskan lebih lanjut mengenai proposal ‘Travel to Jannah’ dan programnya Insya Allah…

sharing bisa koment di blog ini atau email di timyabughazi@gmail.com

way-to-heaven-the-436428-8